Akhir Perjalanan Misi Cassini 2017

Search engine Google memasang Google doodle berupa animasi tentang perayaan puncak misi explorasi Cassini ditanggal bersejarah 26 April 2017, yang selanjutnya dijadwalkan besok mulai memasuki orbit misi pemusnahan.

Pesawat ruang angkasa tanpa awak yang telah diluncurkan pada 15 Oktober 1997 lalu bernama Cassini-Huygens dibawah naungan konsorsium milik konsorsium NASA, ESA, dan badan antariksa Italia, ASIĀ  untuk mempelajari planet ke 6 ditata surya kita atau disebut Planet Saturnus yang memiliki cincin. Misi explorasi Cassini dengan mengirim informasi data tentang bulan bulan yang mengitari planet SaturnusĀ  seperti Titan, Enceladus, Tethys, dan Phoebe dan juga materi pembentuk cicin unik yang membalut planet tersebut untuk dipelajari ilmuwan.

Misi pemusnahan Cassini sebagai symbol bersejarah sejak Cassini diluncurkan kemudian memasuki orbit Saturnus pada tanggal 30 Juni 2004. Dan kemudia 26 April 2017 merupakan awal untuk mengakhiri misi explorasi planet terbesar kedua setelah Jupiter ditata surya kita menggunakan wahana Cassini. Misi pemusnahan Cassini menurut cnnindonesia.com pesawat ruang angkasa tersebut telah kehabisan bahan bakar dan sudah tidak terkendali sehingga akan dimusnahkan. Pemusnahan dilakukakan karena Cassini dipercaya telah terinfeksi microba mulai dari saat peluncuran hingga perjalanan explorasi agar tidak menggangu ekosistem planet tersebut dimasa akan datang.

Penghancuran Cassini dilakukan dengan cara menjatuhkannya ke planet Saturnus seperti meteor ditarik gravitasi kemudian hancur oleh gesekan dengan atmosfir Saturnus. Cassini yang telah berjasa mengirim informasi ke Bumi mulai besok tanggal 27 April 2017 akan mulai memasuki jalur antara planet Saturnus dengan cincinnya dan dijadwalkan tanggal 15 September 2017 telah tamat.

Sebagai tambahan tentang planet Saturnus ( sumber Wikipedia ) :

Saturnus memiliki kerapatan yang rendah karena sebagian besar zat penyusunnya berupa gas dan cairan. Inti Saturnus diperkirakan terdiri dari batuan padat dengan atmosfer tersusun atas gas amonia dan metana, hal ini tidak memungkinkan adanya kehidupan di Saturnus.

Cincin Saturnus sangat unik, terdiri beribu-ribu cincin yang mengelilingi planet ini. Bahan pembentuk cincin ini masih belum diketahui. Para ilmuwan berpendapat, cincin itu tidak mungkin terbuat dari lempengan padat karena akan hancur oleh gaya sentrifugal. Namun, tidak mungkin juga terbuat dari zat cair karena gaya sentrifugal akan mengakibatkan timbulnya gelombang. Jadi, sejauh ini, diperkirakan yang paling mungkin membentuk cincin-cincin itu adalah bongkahan-bongkahan es meteorit. Cincin ini terentang dari 6.630 km - 120.700 km di atas atmosfer Saturnus.

Hingga 2006, Saturnus diketahui memiliki 56 buah satelit alami. Tujuh di antaranya cukup masif untuk dapat runtuh berbentuk bola di bawah gaya gravitasinya sendiri. Mereka adalah Mimas, Enceladus, Tethys, Dione, Rhea, Titan (Satelit terbesar dengan ukuran lebih besar dari planet Merkurius) dan Lapetus.

Jangan lupa berbagi, Thanks......Share on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPin on Pinterest